Jumat, 20 November 2009

DINI HARI DIMADINAH AL MUNAWARAH

Kusaksikan para sahabat berkumpul dimasjidmu
Angin Sahara membekukan kulitku
Gigiku gemeretak
Kakiku berguncang
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka
Engkau datang ya Rasulullah…

Kupandang dikau
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Kudengar salam bersahut-sahutan

Kau tersenyum ya Rasulullah
Wajahmu bersinar
Angin sahara berubah hangat
Cahayamu menyelusup seluruh daging dan darahku
Dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah

Kudengar engkau berkata :
“Adakah air pada kalian ?”
Kutengok cepat gharibahku
Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setetes pun air, ya Rasulullah
Kusesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba dimasjidmu
Duhai bahagianya, jika kubasahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan-percikan air dari gharibahku

Kudengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Aku ingin meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu

Kau ambil gharibah kosong
Kau celupkan jari-jarimu

Subhanallah,
Kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu
Kami berdecak, berebut, berwudhu
Dari pancuran sucimu

Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabi Allah
Betapa lezat air itu ya Habib Allah

Kulihat Ibnu Mas’ud merenguknya sepuas-puasnya
Qad qamatish shalah
Qad qamatish shalah

Duhai bahagianya sholat dibelakangmu
Ayat suci mengalir dari suaramu
Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku

Usai sholat kaupandangi kami
Masih dengan yang sejuk itu

Cahayamu, ya Rasulullah
Tak mungkin ku lupakan

Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudera dirimu
Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu

Kudengar kau berkata lirih
“Ayyu khalaqi a’jabu ilaikum I’ma’nan ?”
Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?
……Malaikat, ya Rasulullah

Bagaimana malaikat tak beriman,
Bukankah mereka berada disamping Tuhan ?
……Para Nabi, ya Rasulullah

Bagaimana nabi tidak beriman,
Bukankah pada mereka turun wahyu

…….Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah ?

Langit Madinah bening, Bumi Madinah hening
Kami termangu,

Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona
Kutahan nafasku,
Kuhentikan detak jatungku,
Kudengar sabda mu.

“Yang paling mempesona imannya mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat dan berjumpa denganku
Yang paling mempesona imannya mereka tiba setelah aku tiada
Yang membenarkanku tanpa pernah melihatku”

Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah
Kalian sahabat-sahabatku
Saudaraku adalah
Mereka yang tidak pernah berjumpa denganku
Mereka beriman pada yang ghaib
Mendirikan sholat
Menginfakkan sebagian rejeki yang
Kami berikan kepada mereka

Kami terpaku,
Langit Madinah bening, bumi Madinah hening
Kudengar lagi engkau berkata
Alangkah rindunya daku pada mereka
Alangkah bahagianya aku menemui mereka

Suaramu parau,
Butir-butir air matamu tergenang
Kau rindukan mereka ya Rasulullah
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah

Assalamu’alaika ayyuhan nabi wa rahnatullahi wa baraka’tuh

Tidak ada komentar: