Kamis, 24 Desember 2009

Diary Pengantin

Pernikahan ...
Semua orang bisa melakukannya,
menjalaninya, menikmatinya,
bahkan memorak-porandakannya.

Pernikahan
bukan sebuah keinginan,
namun sebuah keberanian untuk mengambil tanggung jawab
dan kesiapan untuk berjuang.

Bisa juga menjadi sebuah pilihan.

Sebab,
ada banyak cara jika hanya sekedar
untuk menunjukkan rasa simpati, kasih sayang dan.... cinta.
Dan pernikahan adalah cara paling 'cerdas' untuk itu!

Pernikahan menjadikan kita belajar banyak hal.
Bahwa ternyata,
mengenal adalah proses panjang yang tak pernah lekang dan tak berbatas waktu.
Bahwa pasangan kita adalah manusia biasa
yang punya potensi mulia dan hina, seperti juga kita.

Pernikahan menjadikan seseorang mengevaluasi diri.
Bukan untuk menjadi malaikat.
Bukan juga hanya untuk sekedar meraih bahagia.

Pernikahan adalah keikhlasan.....
untuk memberi dan melakukan kebaikan.
Mendahului, memaafkan, mendahului bertindak mulia .....

Hingga tak ada yang merasa terzalimi,
karena semua hak telah terpenuhi,
keseimbangan telah terjiwai.

Menyatu dalam ikatan yang diridhai Allah Arrahman,
Sang Pemilik Cinta Sejati.

Senin, 21 Desember 2009

Forgive Me...

Aku tak tahu apa yang sedang ada didalam hatimu...
Pada apa yang sedang bergejolak
Pada apa yang sedang kau rasakan saat ini...

Ingin rasanya bisa berbagi rasa denganmu...
Indahnya bisa berbagi terlebih berbagi tentang kebahagiaanku...
karena terlalu berat jika hidup ini harus kita dilewati seorang diri...

Jika kau izinkan diriku tuk menyentuh hatimu...
Berkenakan aku tuk bisa mengetahui...
Tentang apa yang kaurasa dan tentang apa yang kurasa...

Aku tak tahu apa kau mau ???
Maaf jika aku terlalu terkesan medesakmu...
Kuharap kau mau mengerti...
Bukan berarti ku tak sabar menanti..
Tapi ku ingin jawaban yang pasti...

Niatkan segalanya hanya karena Allah semata...
Ucapkan bismillah...
Dan yakinkan dalam hatimu...
Mungkin disana hatiku kan menanti untukmu...
InsyaAllah...

Senin, 14 Desember 2009

No Title....

"Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar
Hanya dirimu yang mengerdil
Tenanglah, semata karena Allah bersamamu
Maka tugasmu hanya berikhtiar
Dan di sana pahala surga menantimu"

"Kita yang menjalani hidup dengan mengalir
Seperti air
Mungkin lupa bahwa air hanya mengalir
Ke tempat yang lebih rendah"

"Bahwa cinta adalah prsoalan berusaha untuk mncintai. Bahwa cinta bukanlah gejolak hati yg dtg sendiri melihat paras ayu atau janggut rapi. Bahwa sebagaimana cinta kepada Allah yg tak serta merta mengisi hati kita. Karena cinta memang hrs diupayakan.
Karena cinta adlh kata kerja. Lakukanlah krja jiwa dan raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yg kau-maksud agar kau temukan cinta yg kau-maksudkan.
Karena cinta adalah kata kerja. Cinta-mata airnya adalah niat baik dari hati yg tulus. Alirannya adalah kerja yg terus menerus."

"Mencintai tak b'arti harus memiliki.
Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan org yg kita cintai.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan dan itulah keberanian.
Atau mempersilakan dan yang ini pengorbanan."

"Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan"

Rabu, 09 Desember 2009

Ketika Allah Menjadi Alasan Yang Paling Utama



Teringat diri ini setiap kali membaca sebuah artikel yang diberi judul “Ketika Allah Menjadi Alasan Utama”
Sungguh hati ini menjadi bergetar setiap kali membacanya dan kenapa tak bosannya aku tuk membacanya ketika setiap kali terlintas niatku tuk segera melangkah mengenapkan separuh dienku ini.

Sungguh indahnya jika segalanya hanya Allah sebagai alasannya tuk meraih cinta dan Ridho-Nya semata dalam menggenapkan separuh dien ini…
Tak perlu lagi hati ini ragu tuk menolak ketika ada seseorang yang berniat dan bersedia tuk menikahiku karena Allah semata…Cukuplah dia mencintaiku karena Allah dan aku mencintainya karena Allah semata ( Uhibbuka Fillahi Ta’ala )

Aku hanya berdoa insyaAllah dengan seizinnya bisa terwujud keinginanku…
Ini artikel yang sering ku baca sebagai motivasi diri…( Pada apa yang kucari, pada apa yang kurindu, ada jawab tanpa perlu kuragu …)

Oleh : Rico Atmaka
Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surgamu. Amin.

Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang.....yang.
...yang......dan 1000 “yang”......lainnya.....Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?

Ketika aku meminta sedikit..... Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.

Dan ketika aku meminta sedikit...sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit..... Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.

Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin.

* Sungguh indahnya jika segalanya kita niatkan hanya karena Allah Semata….

Jumat, 04 Desember 2009

Ketika Kenyataan Tak Seindah Harapan

Bahagia rasanya ketika ada suatu rasa hadir didalam hati….
Rasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata….
Cintakah itu ???
Ku tak mampu menjawabnya karena dia masih terlarang untuk kucintai….

Waktu ke waktu bergulir….
Tak terasa benih itu bersemi…
Ada rasa ketakutan dalam diri…
Benarkah ini cinta atau hanya nafsu sesaat….

Kata hati bersikokoh mengatakan ini benar2 cinta…
Benarkah ini benar2 cinta hanya karena-Nya ( Ana uhibbuka fillahi Ta’ala ) ???
Ternyata cinta tak hanya bisa dilukiskan dengan kata2 dan doa semata…
Cinta butuh juga diuji…

Ketika ujian datang tuk menguji cinta…
Datang dari seorang yang begitu berarti dihidup…
Bingung antara memilih cinta atau seseorang yang begitu berarti dihidupnya…
Andai aku bisa memilih keduanya tuk bisa meraih semuanya ???

Aku hanya yakin satu hal …
Aku masih mempunyai satu keyakinan…
Allah …ya hanya Allah yang Maha Tahu yang terbaik untukku…
Hanya kepadaNya ku meminta…

Jika memang dia jodohku yang terbaik tuk dunia dan akhiratku…
Aku meminta darimu ya Allah mudahkanlah…
Jika memang dia bukan untukku…
Mohon kuatkan hatiku tuk menerima kenyataan ini…

Aku yakin suatu saat nanti…
Esok, lusa, bulan depan, atau tahun depan…
Entahlah…aku hanya bisa berharap pada-Nya …
Allah akan mengubah segala sesuatu menjadi indah pada waktunya….
Amiiin….

Selasa, 01 Desember 2009

Doa Seorang Wanita Untuk Lelaki Pujaannya ( soulmate )

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang pria yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Seorang pria yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
seorang pria yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku
seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika di sebelahnya.

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
seorang pria yang membutuhkan do'aku untuk kehidupannya
seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.


Dan aku juga meminta .

Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang pria itu bangga
berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya
dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat
banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
"Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku
seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

Amien.

( for my soulmate where you are... I don't know who you are... still mysterious )
Just I'm sure that you will come to my live... still keep istiqomah ya akhi :)

Minggu, 29 November 2009

Sepenggal Doa Untukmu

Rabb….

Aku datang pada-Mu dengan penuh kepasrahan,

Ketika dihadapkan pilihan terberat.


Rabb…

Berikan ketetapan hati untukku,

Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat,

Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku,

Tapi hati yang telah Kau lihat sampai menembus relung kalbunya…


Jika kesempurnaanya bukan untukku..

Tolong bawa jauh dari relung hati,

Hapuskan khayalan keidahan tentangnya,

dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya…

Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia..


Tapi ya Rabb…

Jika kesempurnaan ku adalah bersamanya,

Beri aku kekuatan menentukan pilihan,

Berikan aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya...


Jika memang dia untukku…

Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu…

Semoga Kau ridhoi kami bersatu

Mengarungi sisa umur

Menapaki jalan kearah-Mu…

Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami


Tolong beri kesabaran yang penuh…

dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan…

Amiin...

Hari Ini

Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan kritikan.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam,
karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan,
tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri,
Menjadi Lebih baik.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya
aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.

Selasa, 24 November 2009

Uhibbuka Fillah

Saat kau merindu cinta,
Sajadah terbentang mengulum rindu,
Kukecup dalam parau airmata tertumpah.

Dari detik ke detik waktu berbisik,
Berkata bahwa tak ada yang perlu kucari,
Tak ada yang harus dirubah.

Karena cinta yang bertemu pada titik-titik noktah kehidupan,
Ada makna tersendiri yang menyelubung,
Pada apa yang kucari, pada apa yang kurindu,
Ada jawab tanpa perlu kuragu.

Aku terdiam dalam setiap nafas yang kuhela,
Hanyalah doa yang kucurah,
Dalam tiap desah rindu cinta itu,
Ada kamu…

Tak perlu kucari,
Hanya menunggu saat waktu itu berhenti,
Menghadap pada sukma,
Memeberi satu rasa yang tercipta,
Dalam cinta yang terdalam,
Uhibbuka Fillah
Aku mencintaimu karena Allah semata


"Uhibbuka Fillah" Mari kita lihat kisah masa lalu berikut ini. Anas bin Malik mengatakan, “Aku sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah saw. tiba-tiba seorang laki-laki lewat. Seseorang dari yang sedang duduk bersama Rasulullah saw. mengatakan, ‘Ya Rasulullah saw. aku mencintai orang itu". Rasulullah saw. mengatakan, ‘Sudahkah kamu menyatakannya kepadanya?’ Orang itu menjawab, ‘Belum.’ Kata Rasulullah saw., ‘Bangunlah dan nyatakanlah kepadanya.” Maka orang itu bangkit menuju ke arahnya seraya mengatakan, ‘Uhibbuka fillah (aku mencintaimu karena Allah). ’ Orang itu menjawab, ‘Ahabbakal-ladzi ahbatani lahu' (semoga mencintaimu pula (Allah) Yang karena-Nya kamu mencintaiku).” (Hadits riwayat Ahmad)

Kita Tidak sendirian Ukti…Pls don’t cry…

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang. Maka awak kapalpun dengan panik berseru : “Ya Allah”

Ketika orang yang berjalan ditengah gurun pasir tersesat, kendaraan tak tahu lagi jalan yang benar, dan kafilah sudah kebingungan menentukan arah lajunya, maka mereka menyeru: “Ya Allah”

Ketika musibah menimpa, bencana dan tragedi melanda, maka orang-orang pun berseru : “ Ya Allah “

Ketika pintu-pintu permohonan telah tertutup dan sekat-sekat permintaan telah dipasangkan, maka merekapun berteriak : “ Ya Allah “

Ketika semua cara telah dicoba dan ternyata tak ada celah tuk keluar. Ketika jalan telah menjadi demikian sempit, semua yang dicita-citakan buntu, dan semua jalan pintas telah pupus maka merekapun menyeru : “ Ya Allah “

Allah : Asma terbagus, tulisan terindah, ungkapan yang paling jujur, dan kata yang paling berharga.

Allah : pemilik semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, dan hikmah.

Allah : pemilik semua kelembutan, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta, dan kebaikan.

“… Dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada…” ( Al Hadid : 4 )

Live must go on….

Yach…itulah semboyan yang sedang aku jalani saat ini…
Kalau hidup itu memang harus berjalan dan mesti dijalani…

Kalau kita berbicara ttg kehidupan ini tidak ada kehidupan yang mulus setiap orang pasti akan dihadapkan oleh suatu masalah dan karena itulah kita akan bisa merasakan sedih, bahagia, menangis, marah dan lain2…bahkan bisa jadi ada rasa bosan..

Hidup kita secara tidak langsung sudah ditetapkan oleh Sang Maha Pemberi Kehidupan ( Allah ). Kita hidup dalam pemeliharaan Allah sungguh kalau kita mau menyadarinya sesungguhnya apa yang kita miliki ini semuanya atas pemberian Allah tapi sayang terkadang kita lupa diri begitu angkuhnya diri ini sehingga merasa bahwa apa yang kita miliki semuanya adalah hasil dari usaha kita

Sungguh jika saya ingat akan kebesaran Allah apa yang sedang saya rasa dihati ini tiada sebanding dengan kasih dan sayang Allah ( Ya Rahman Ya Rahim ) pada diri ini. Kesedihan ataupun tangisan saya setiap malam memikirkan apa yang terjadi dalam keluarga saya tiada artinya...

Memang secara tidak langsung saya harus berusaha mencari jalan keluar atas apa yang sedang saya hadapi saat ini tapi jika semuanya sudah saya coba dan hanya satu yang saya yakini Allah selalu cinta pada hamba-Nya.
Saya hanya bisa berpasrah kepada-Nya tapi bukan berarti saya tidak berusaha… Saya kembalikan semua persoalan saya hanya pada-Nya…

Allah…Engkau begitu dekat dan penuh kasih sayang itulah yang saya coba yakinkan dalam hati ini..
Saya takut kalau saya jauh dari Allah karena hanya Allah yang hakiki dan saya ingin dekat dengan-Nya selalu..
Sampai dalam berdoa saya selalu memajatkan “Ya Allah tiada kenikamatan yang paling nikmat selain bisa merasakan dekat dengan-Mu merasa selalu Engkau tatap dan Engkau awasi setiap saat…Hamba takut ya Allah jauh dari diri-Mu”

Jumat, 20 November 2009

Renungan Pernikahan Untuk Suami Istri

Pernikahan atau Perkawinan, Menyikap Tabir Illahi.

Istri yang kau nikahi, tidak semulia Siti Khadijah
tidak setaqwa Aisyah, tidak pula setabah Fatimah.
Istrimu adalah wanita akhir zaman,
Yang mempunyai cita-cita menjadi istri sholehah

Suami yang menikahi, tidaklah semulia Muhammad SAW,
tidaklah setaqwa Ibrahim AS, tidak pula setabah Ayyub AS,
ataupun segagah Musa AS apabila setampan Yusuf AS.
Justru suamimu hanyalah laki-laki akhir zaman,
Yang mempunyai cuta-cita maenjadi suami sholeh.

Pernikahan mengajarkan kewajiban bersama,
Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan meraih Ridha Allah SWT.

Karena memiliki istri yang tak sehebat mana...
Karena memiliki suami yang tak sehebat mana....
Justru kamu akan tersentak dari alpha,
Kamu bukanlah yang sempurna,
Kamu cuma suami dan istri akhir zaman,
Yang berusaha menjadi keluarga yang....
Sakinah, Mawadah, Warahmah....


( Syeik Muhammad Ar-Raudi As-Salam )

DINI HARI DIMADINAH AL MUNAWARAH

Kusaksikan para sahabat berkumpul dimasjidmu
Angin Sahara membekukan kulitku
Gigiku gemeretak
Kakiku berguncang
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka
Engkau datang ya Rasulullah…

Kupandang dikau
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Kudengar salam bersahut-sahutan

Kau tersenyum ya Rasulullah
Wajahmu bersinar
Angin sahara berubah hangat
Cahayamu menyelusup seluruh daging dan darahku
Dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah

Kudengar engkau berkata :
“Adakah air pada kalian ?”
Kutengok cepat gharibahku
Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setetes pun air, ya Rasulullah
Kusesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba dimasjidmu
Duhai bahagianya, jika kubasahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan-percikan air dari gharibahku

Kudengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Aku ingin meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu

Kau ambil gharibah kosong
Kau celupkan jari-jarimu

Subhanallah,
Kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu
Kami berdecak, berebut, berwudhu
Dari pancuran sucimu

Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabi Allah
Betapa lezat air itu ya Habib Allah

Kulihat Ibnu Mas’ud merenguknya sepuas-puasnya
Qad qamatish shalah
Qad qamatish shalah

Duhai bahagianya sholat dibelakangmu
Ayat suci mengalir dari suaramu
Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku

Usai sholat kaupandangi kami
Masih dengan yang sejuk itu

Cahayamu, ya Rasulullah
Tak mungkin ku lupakan

Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudera dirimu
Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu

Kudengar kau berkata lirih
“Ayyu khalaqi a’jabu ilaikum I’ma’nan ?”
Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?
……Malaikat, ya Rasulullah

Bagaimana malaikat tak beriman,
Bukankah mereka berada disamping Tuhan ?
……Para Nabi, ya Rasulullah

Bagaimana nabi tidak beriman,
Bukankah pada mereka turun wahyu

…….Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah ?

Langit Madinah bening, Bumi Madinah hening
Kami termangu,

Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona
Kutahan nafasku,
Kuhentikan detak jatungku,
Kudengar sabda mu.

“Yang paling mempesona imannya mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat dan berjumpa denganku
Yang paling mempesona imannya mereka tiba setelah aku tiada
Yang membenarkanku tanpa pernah melihatku”

Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah
Kalian sahabat-sahabatku
Saudaraku adalah
Mereka yang tidak pernah berjumpa denganku
Mereka beriman pada yang ghaib
Mendirikan sholat
Menginfakkan sebagian rejeki yang
Kami berikan kepada mereka

Kami terpaku,
Langit Madinah bening, bumi Madinah hening
Kudengar lagi engkau berkata
Alangkah rindunya daku pada mereka
Alangkah bahagianya aku menemui mereka

Suaramu parau,
Butir-butir air matamu tergenang
Kau rindukan mereka ya Rasulullah
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah

Assalamu’alaika ayyuhan nabi wa rahnatullahi wa baraka’tuh

Senin, 16 November 2009

Usah Kau Lara Sendiri

Kalau ingat sahabat kadang jadi ingat lagu ini....

Usah Kau Lara Sendiri
oleh: Katon Bagaskara

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan samar cahya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Usah kau simpan lara sendiri

Jumat, 13 November 2009

Jangan Menyerah

Dikala ada masalah hanya kepada-Nya tempat kita meminta...
Sholat --> Ikhtiar --> dan menyerahkan segala keputusannya hanya pada Allah ( belajar tuk ridho)

Dan lagu yang sekarang lagi ngetrend dikalangan anak muda ( maaf berhubung saya merasa sudah tua he3x ) paling enak mendengarkan lagunya D'Masiv 'Jangan Menyerah"

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to: Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Bridge:
Jangan menyerah (6x)

Back to: Reff 1 & Reff 2

Coda:
Dan tak kenal putus asa (2x)

SAHABAT

Sahabat...
Sungguh beruntung diri ini memiliki sahabat sepertimu
Meski terkadang ujian datang ditengah-tengah persahabatan ini
Puji syukur alhamdulillah Allah masih mempersatukan persahabatan kita.

Sahabat...
Aku ingin kita bersahabat hanya karena Allah
Bertemu karena Allah dan meski harus berpisah karena Allah pula
Saling mengingatkan dikala kita salah melangkah
Dan kita sama-sama berjuang dijalan Allah.

Sahabat...
Terima kasih kau telah hadir dalam kehidupanku
Yang merubah diri ini "menjadi lebih baik"
Dan mungkin engkaulah salah satu jalan dari Allah hingga hidayah itu datang

Sahabat...
Aku masih ingat dikala ujian datang menguji persahabatan ini
Hampir 1/2 tahun kita tak bertegur sapa baik lewat email, sms atau tlp karena memang jarak yang memisahkan kita
Tahukah kamu apa yang kurasakan sahabat ???
Aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidupku
Namun alhamdulillah Allah masih menyanyangi diri kita
Kita dipersatukan lagi oleh-Nya hingga kita bisa bersahabat sampai saat ini.

Sahabat ...
Terima kasih atas perhatian dan kepedulianmu terhadapku
Setia mendengarkan cerita-ceritaku
Mengingatkan aku ketika aku lalai
Dan menolongku dikala aku ditimpa kesusahan

Sahabat ...
Aku tahu aku tak akan bisa membalas semua kebaikanmu
Hanya doaku untukmu semoga engkau bahagia selalu
Apa yang kau harapkan bisa terwujud
Terutama menyekolahkan adikmu dan menemukan pendamping hidup yang terbaik untukmu


"Always keep istiqomah ya sahabat"
Special for my best friend "Wiji Utami"

Selasa, 10 November 2009

Jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah...
jika aku jatuh cinta ,cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
Agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. ...

Ya Allah.....
Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya,agar tidak melebihi cinta ku pada Mu

Ya Allah...
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku meneyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada Mu
agar tidak aku terjatuh dalam jurang cinta nafsu...

Ya Rabbani....
jika aku jatuh hati jagalah hati ku padanya
agar tidak aku berpaling kepada Mu

Ya Rabbul Izzati......
Jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya,
agar tidak aku lalai dalam merindukan syurga Mu...

Ya Allah....
Jika aku menikmati cinta kekasih Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir Mu

Ya Allah....
jika aku jatuh hati pada seseorang
jangan biarkan aku bertatih dan terjatuh
dalam perjalanan yang panjang menyeru manusia kepada Mu

Ya Allah,
jika kau halalkan aku merindui seseorang
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya pada Mu

Ya Allah.....
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada Mu
Telah berjumpa untuk taat kepada Mu
setelah bersatu dalam dakwah Mu
telah berpadu dalam membela syariat mu

Kukuhkanlah ikatannya Ya Allah
kekalkanlah ikatannya
tunjukilah jalan-jalannya
penuhilah hati-hati ini dengan Nur Mu yang tidak pernah pudar
lapangkan lah dada-dada kami dengan keimanan kepada Mu dan
keindahan bertwakal ke jalan Mu

Amin Ya Rabbal Alamin

Dia Tak Pernah Jauh

Dia takkan tercapai oleh penglihatan mata,

Tetapi oleh mata hati yang penuh dengan hakikat keimanan.



Ia dekat dari segalanya tanpa sentuhan,

Jauh tanpa jarak.



Berbicara tanpa harus berfikir sebelumnya…

Berkehendak tanpa perlu berencana….

Berbuat tanpa memerlukan tangan.



Lembut tapi tak tersembunyi…

Besar tapi tak teraih…

Melihat tetapi tidak bersifat inderawi…

Maha Penyayang tetapi tidak lunak…



Wajah-wajah menunduk dihadapan keagungan-Nya.

Jiwa-jiwa bergetar karena ketakutan terhadap-Nya.



( Nahjul Balaghoh )

Senin, 09 November 2009

SUDAH SIAPKAH KU MENGHADAP-MU ???

Setiap yang bernyawa itu pasti akan merasakan mati.
Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi …tidak dapat diajukan ataupun dimundurkan
Sudah siapkah aku tuk menghadapinya ?
Sudah cukupkan bekal yang kumiliki ?

Ketika ku tahu dalam tubuhku ini telah bersemayam banyak penyakit…
Sedih ???? Itu pasti tapi apakah hanya bisa sebatas sedih saja ???
Tentu tidak bukankah manusia diwajibkan tuk berusaha ??? ( ya berusaha mengobatinya )

Allah…Engkaulah pemilik segalanya apa yang ada dilangit dan yang ada dibumi termasuk diriku ini.
Tubuh ini milik-Mu dan Engkau berhak apa saja terhadap tubuhku.
Sekalipun Engkau berikan penyakit-penyakit ini ditubuhku.
Ampuni hamba-Mu ini ya Allah jika tak bisa merawat titipan-Mu dengan baik.

Disisa umurku yang semakin hari semakin berkurang ini,
Ku memohon pada-Mu ya Rabb…
Ampuni dosa-dosaku baik dimasa lalu, sekarang ataupun yang akan datang.
Engkau Maha Tahu siapakah diriku ini sebenarnya…
Sekelam apakah masa laluku Engkau tahu ya Allah.
Izinkan disisa-sisa umurku ini tuk bisa bertaubat kepada-Mu tuk memohon ampunan-Mu.

Jadikan sisa-sisa umurku yang masih tersisa ini menjadi berarti ya Rabb…
Berarti bagi agamaku, keluargaku, saudaraku, dan orang-orang yang kusayangi…
Jangan biarkan diriku terbuai oleh kenikmatan duniawi.
Letakkan dunia dalam tanganku tetapi bukan dalam hatiku ya Rabbi…

Ku bersujud pada-Mu
Ku berserah diri pada-Mu
Amiin…

Jumat, 06 November 2009

CINTA DALAM DOA

Ya Allah,
Biarlah kutitipkan cinta ini pada-Mu
Karena aku tahu,
Tak ada yang lebih pantas mendapatkannya,
Kecuali Engkau.

Allah,
Sekiranya tak ada lagi cinta
Yang dapat aku hasilkan
Biarlah cintaku pada-Mu
Terus merekah sepajang zaman.

Ya Allah,
Apabila sampai akhir waktu
aku tak jua mendapatlan cinta ‘nya’
Biarkanlah kukemblikan semua cintaku
Hanya kepada-Mu.

Amin
Dikutip dari novel “Cinta dalam Doa”

Kamis, 05 November 2009

HAri yAng AnEH

Tadi sungguh aneh disaat rasa kelapa ( eh salah kepala ) sedang panas, pusing, dan binggung krn ada masalah dng pekerjaan. Tiba2 ada skype seorang cewek ( ukhti ) yg masuk dan bertanya padaku "Kenapa Bingung Bu?" ( kebetulan status skxpeku "bingung2222222" ).
Ya ku jawab saja "bingung memilih" eh ukhti itu malah curhat ke aq kl dia lg H2C gara2 malam ini masnya mau datang tuk melamarnya...aneh br sj kenal tg dia mau curhat. Aq jd bingung hrs ksh masukan apa la wong diri ini jg blm pernah merasakan mau dilamar je hi3x

"Ya Allah izinkan diri ini supaya bs segera menggenapkan separuh iman krn ingin menambah ibadah kepada-Mu. Amiin.

Rabu, 04 November 2009

Menjadi Lebih Baik

Dalam setiap doa yg ku panjatkan aq selalu memohon "Ya Allah jadikan hari ini lebih baik dari kemarin"

Sungguh sangatlah merugi diri ini jk hari ini sama seperti hari kemarin apalagi hari lebih buruk daripada kemarin.
Segala sesuatu terjadi atas seizin-Nya sekalipun itu daun yg jatuh dari pohonnya. Kita diwajibkan tuk terus berusaha dan hasilnya serahkan pada Allah.
Hadapi hidup ini dengan senyuman dan yakinlah bahwa qt tdk sendiri Allah akan selalu menyertai.

Allah hamba takut jauh dari-Mu. Allah hanya mengingat-Mu hati menjadi tenang. AMIIN