Rabb….
Aku datang pada-Mu dengan penuh kepasrahan,
Ketika dihadapkan pilihan terberat.
Rabb…
Berikan ketetapan hati untukku,
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat,
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku,
Tapi hati yang telah Kau lihat sampai menembus relung kalbunya…
Jika kesempurnaanya bukan untukku..
Tolong bawa jauh dari relung hati,
Hapuskan khayalan keidahan tentangnya,
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya…
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia..
Tapi ya Rabb…
Jika kesempurnaan ku adalah bersamanya,
Beri aku kekuatan menentukan pilihan,
Berikan aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya...
Jika memang dia untukku…
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu…
Semoga Kau ridhoi kami bersatu
Mengarungi sisa umur
Menapaki jalan kearah-Mu…
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami
Tolong beri kesabaran yang penuh…
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan…
Amiin...
Minggu, 29 November 2009
Hari Ini
Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan kritikan.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam,
karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.
Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan,
tentang apa yang akan terjadi esok.
Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri,
Menjadi Lebih baik.
Hari ini akan kuisi dengan karya.
Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."
Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya
aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.
Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.
Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam,
karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.
Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan,
tentang apa yang akan terjadi esok.
Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri,
Menjadi Lebih baik.
Hari ini akan kuisi dengan karya.
Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."
Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya
aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.
Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.
Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.
Bicara Dengan Bahasa Hati
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.
Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.
Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.
Selasa, 24 November 2009
Uhibbuka Fillah
Saat kau merindu cinta,
Sajadah terbentang mengulum rindu,
Kukecup dalam parau airmata tertumpah.
Dari detik ke detik waktu berbisik,
Berkata bahwa tak ada yang perlu kucari,
Tak ada yang harus dirubah.
Karena cinta yang bertemu pada titik-titik noktah kehidupan,
Ada makna tersendiri yang menyelubung,
Pada apa yang kucari, pada apa yang kurindu,
Ada jawab tanpa perlu kuragu.
Aku terdiam dalam setiap nafas yang kuhela,
Hanyalah doa yang kucurah,
Dalam tiap desah rindu cinta itu,
Ada kamu…
Tak perlu kucari,
Hanya menunggu saat waktu itu berhenti,
Menghadap pada sukma,
Memeberi satu rasa yang tercipta,
Dalam cinta yang terdalam,
Uhibbuka Fillah
Aku mencintaimu karena Allah semata
"Uhibbuka Fillah" Mari kita lihat kisah masa lalu berikut ini. Anas bin Malik mengatakan, “Aku sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah saw. tiba-tiba seorang laki-laki lewat. Seseorang dari yang sedang duduk bersama Rasulullah saw. mengatakan, ‘Ya Rasulullah saw. aku mencintai orang itu". Rasulullah saw. mengatakan, ‘Sudahkah kamu menyatakannya kepadanya?’ Orang itu menjawab, ‘Belum.’ Kata Rasulullah saw., ‘Bangunlah dan nyatakanlah kepadanya.” Maka orang itu bangkit menuju ke arahnya seraya mengatakan, ‘Uhibbuka fillah (aku mencintaimu karena Allah). ’ Orang itu menjawab, ‘Ahabbakal-ladzi ahbatani lahu' (semoga mencintaimu pula (Allah) Yang karena-Nya kamu mencintaiku).” (Hadits riwayat Ahmad)
Sajadah terbentang mengulum rindu,
Kukecup dalam parau airmata tertumpah.
Dari detik ke detik waktu berbisik,
Berkata bahwa tak ada yang perlu kucari,
Tak ada yang harus dirubah.
Karena cinta yang bertemu pada titik-titik noktah kehidupan,
Ada makna tersendiri yang menyelubung,
Pada apa yang kucari, pada apa yang kurindu,
Ada jawab tanpa perlu kuragu.
Aku terdiam dalam setiap nafas yang kuhela,
Hanyalah doa yang kucurah,
Dalam tiap desah rindu cinta itu,
Ada kamu…
Tak perlu kucari,
Hanya menunggu saat waktu itu berhenti,
Menghadap pada sukma,
Memeberi satu rasa yang tercipta,
Dalam cinta yang terdalam,
Uhibbuka Fillah
Aku mencintaimu karena Allah semata
"Uhibbuka Fillah" Mari kita lihat kisah masa lalu berikut ini. Anas bin Malik mengatakan, “Aku sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah saw. tiba-tiba seorang laki-laki lewat. Seseorang dari yang sedang duduk bersama Rasulullah saw. mengatakan, ‘Ya Rasulullah saw. aku mencintai orang itu". Rasulullah saw. mengatakan, ‘Sudahkah kamu menyatakannya kepadanya?’ Orang itu menjawab, ‘Belum.’ Kata Rasulullah saw., ‘Bangunlah dan nyatakanlah kepadanya.” Maka orang itu bangkit menuju ke arahnya seraya mengatakan, ‘Uhibbuka fillah (aku mencintaimu karena Allah). ’ Orang itu menjawab, ‘Ahabbakal-ladzi ahbatani lahu' (semoga mencintaimu pula (Allah) Yang karena-Nya kamu mencintaiku).” (Hadits riwayat Ahmad)
Kita Tidak sendirian Ukti…Pls don’t cry…
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang. Maka awak kapalpun dengan panik berseru : “Ya Allah”
Ketika orang yang berjalan ditengah gurun pasir tersesat, kendaraan tak tahu lagi jalan yang benar, dan kafilah sudah kebingungan menentukan arah lajunya, maka mereka menyeru: “Ya Allah”
Ketika musibah menimpa, bencana dan tragedi melanda, maka orang-orang pun berseru : “ Ya Allah “
Ketika pintu-pintu permohonan telah tertutup dan sekat-sekat permintaan telah dipasangkan, maka merekapun berteriak : “ Ya Allah “
Ketika semua cara telah dicoba dan ternyata tak ada celah tuk keluar. Ketika jalan telah menjadi demikian sempit, semua yang dicita-citakan buntu, dan semua jalan pintas telah pupus maka merekapun menyeru : “ Ya Allah “
Allah : Asma terbagus, tulisan terindah, ungkapan yang paling jujur, dan kata yang paling berharga.
Allah : pemilik semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, dan hikmah.
Allah : pemilik semua kelembutan, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta, dan kebaikan.
“… Dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada…” ( Al Hadid : 4 )
Ketika orang yang berjalan ditengah gurun pasir tersesat, kendaraan tak tahu lagi jalan yang benar, dan kafilah sudah kebingungan menentukan arah lajunya, maka mereka menyeru: “Ya Allah”
Ketika musibah menimpa, bencana dan tragedi melanda, maka orang-orang pun berseru : “ Ya Allah “
Ketika pintu-pintu permohonan telah tertutup dan sekat-sekat permintaan telah dipasangkan, maka merekapun berteriak : “ Ya Allah “
Ketika semua cara telah dicoba dan ternyata tak ada celah tuk keluar. Ketika jalan telah menjadi demikian sempit, semua yang dicita-citakan buntu, dan semua jalan pintas telah pupus maka merekapun menyeru : “ Ya Allah “
Allah : Asma terbagus, tulisan terindah, ungkapan yang paling jujur, dan kata yang paling berharga.
Allah : pemilik semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, dan hikmah.
Allah : pemilik semua kelembutan, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta, dan kebaikan.
“… Dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada…” ( Al Hadid : 4 )
Live must go on….
Yach…itulah semboyan yang sedang aku jalani saat ini…
Kalau hidup itu memang harus berjalan dan mesti dijalani…
Kalau kita berbicara ttg kehidupan ini tidak ada kehidupan yang mulus setiap orang pasti akan dihadapkan oleh suatu masalah dan karena itulah kita akan bisa merasakan sedih, bahagia, menangis, marah dan lain2…bahkan bisa jadi ada rasa bosan..
Hidup kita secara tidak langsung sudah ditetapkan oleh Sang Maha Pemberi Kehidupan ( Allah ). Kita hidup dalam pemeliharaan Allah sungguh kalau kita mau menyadarinya sesungguhnya apa yang kita miliki ini semuanya atas pemberian Allah tapi sayang terkadang kita lupa diri begitu angkuhnya diri ini sehingga merasa bahwa apa yang kita miliki semuanya adalah hasil dari usaha kita
Sungguh jika saya ingat akan kebesaran Allah apa yang sedang saya rasa dihati ini tiada sebanding dengan kasih dan sayang Allah ( Ya Rahman Ya Rahim ) pada diri ini. Kesedihan ataupun tangisan saya setiap malam memikirkan apa yang terjadi dalam keluarga saya tiada artinya...
Memang secara tidak langsung saya harus berusaha mencari jalan keluar atas apa yang sedang saya hadapi saat ini tapi jika semuanya sudah saya coba dan hanya satu yang saya yakini Allah selalu cinta pada hamba-Nya.
Saya hanya bisa berpasrah kepada-Nya tapi bukan berarti saya tidak berusaha… Saya kembalikan semua persoalan saya hanya pada-Nya…
Allah…Engkau begitu dekat dan penuh kasih sayang itulah yang saya coba yakinkan dalam hati ini..
Saya takut kalau saya jauh dari Allah karena hanya Allah yang hakiki dan saya ingin dekat dengan-Nya selalu..
Sampai dalam berdoa saya selalu memajatkan “Ya Allah tiada kenikamatan yang paling nikmat selain bisa merasakan dekat dengan-Mu merasa selalu Engkau tatap dan Engkau awasi setiap saat…Hamba takut ya Allah jauh dari diri-Mu”
Kalau hidup itu memang harus berjalan dan mesti dijalani…
Kalau kita berbicara ttg kehidupan ini tidak ada kehidupan yang mulus setiap orang pasti akan dihadapkan oleh suatu masalah dan karena itulah kita akan bisa merasakan sedih, bahagia, menangis, marah dan lain2…bahkan bisa jadi ada rasa bosan..
Hidup kita secara tidak langsung sudah ditetapkan oleh Sang Maha Pemberi Kehidupan ( Allah ). Kita hidup dalam pemeliharaan Allah sungguh kalau kita mau menyadarinya sesungguhnya apa yang kita miliki ini semuanya atas pemberian Allah tapi sayang terkadang kita lupa diri begitu angkuhnya diri ini sehingga merasa bahwa apa yang kita miliki semuanya adalah hasil dari usaha kita
Sungguh jika saya ingat akan kebesaran Allah apa yang sedang saya rasa dihati ini tiada sebanding dengan kasih dan sayang Allah ( Ya Rahman Ya Rahim ) pada diri ini. Kesedihan ataupun tangisan saya setiap malam memikirkan apa yang terjadi dalam keluarga saya tiada artinya...
Memang secara tidak langsung saya harus berusaha mencari jalan keluar atas apa yang sedang saya hadapi saat ini tapi jika semuanya sudah saya coba dan hanya satu yang saya yakini Allah selalu cinta pada hamba-Nya.
Saya hanya bisa berpasrah kepada-Nya tapi bukan berarti saya tidak berusaha… Saya kembalikan semua persoalan saya hanya pada-Nya…
Allah…Engkau begitu dekat dan penuh kasih sayang itulah yang saya coba yakinkan dalam hati ini..
Saya takut kalau saya jauh dari Allah karena hanya Allah yang hakiki dan saya ingin dekat dengan-Nya selalu..
Sampai dalam berdoa saya selalu memajatkan “Ya Allah tiada kenikamatan yang paling nikmat selain bisa merasakan dekat dengan-Mu merasa selalu Engkau tatap dan Engkau awasi setiap saat…Hamba takut ya Allah jauh dari diri-Mu”
Jumat, 20 November 2009
Renungan Pernikahan Untuk Suami Istri
Pernikahan atau Perkawinan, Menyikap Tabir Illahi.
Istri yang kau nikahi, tidak semulia Siti Khadijah
tidak setaqwa Aisyah, tidak pula setabah Fatimah.
Istrimu adalah wanita akhir zaman,
Yang mempunyai cita-cita menjadi istri sholehah
Suami yang menikahi, tidaklah semulia Muhammad SAW,
tidaklah setaqwa Ibrahim AS, tidak pula setabah Ayyub AS,
ataupun segagah Musa AS apabila setampan Yusuf AS.
Justru suamimu hanyalah laki-laki akhir zaman,
Yang mempunyai cuta-cita maenjadi suami sholeh.
Pernikahan mengajarkan kewajiban bersama,
Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan meraih Ridha Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana...
Karena memiliki suami yang tak sehebat mana....
Justru kamu akan tersentak dari alpha,
Kamu bukanlah yang sempurna,
Kamu cuma suami dan istri akhir zaman,
Yang berusaha menjadi keluarga yang....
Sakinah, Mawadah, Warahmah....
( Syeik Muhammad Ar-Raudi As-Salam )
Istri yang kau nikahi, tidak semulia Siti Khadijah
tidak setaqwa Aisyah, tidak pula setabah Fatimah.
Istrimu adalah wanita akhir zaman,
Yang mempunyai cita-cita menjadi istri sholehah
Suami yang menikahi, tidaklah semulia Muhammad SAW,
tidaklah setaqwa Ibrahim AS, tidak pula setabah Ayyub AS,
ataupun segagah Musa AS apabila setampan Yusuf AS.
Justru suamimu hanyalah laki-laki akhir zaman,
Yang mempunyai cuta-cita maenjadi suami sholeh.
Pernikahan mengajarkan kewajiban bersama,
Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan meraih Ridha Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana...
Karena memiliki suami yang tak sehebat mana....
Justru kamu akan tersentak dari alpha,
Kamu bukanlah yang sempurna,
Kamu cuma suami dan istri akhir zaman,
Yang berusaha menjadi keluarga yang....
Sakinah, Mawadah, Warahmah....
( Syeik Muhammad Ar-Raudi As-Salam )
DINI HARI DIMADINAH AL MUNAWARAH
Kusaksikan para sahabat berkumpul dimasjidmu
Angin Sahara membekukan kulitku
Gigiku gemeretak
Kakiku berguncang
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka
Engkau datang ya Rasulullah…
Kupandang dikau
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Kudengar salam bersahut-sahutan
Kau tersenyum ya Rasulullah
Wajahmu bersinar
Angin sahara berubah hangat
Cahayamu menyelusup seluruh daging dan darahku
Dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah
Kudengar engkau berkata :
“Adakah air pada kalian ?”
Kutengok cepat gharibahku
Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setetes pun air, ya Rasulullah
Kusesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba dimasjidmu
Duhai bahagianya, jika kubasahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan-percikan air dari gharibahku
Kudengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Aku ingin meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu
Kau ambil gharibah kosong
Kau celupkan jari-jarimu
Subhanallah,
Kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu
Kami berdecak, berebut, berwudhu
Dari pancuran sucimu
Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabi Allah
Betapa lezat air itu ya Habib Allah
Kulihat Ibnu Mas’ud merenguknya sepuas-puasnya
Qad qamatish shalah
Qad qamatish shalah
Duhai bahagianya sholat dibelakangmu
Ayat suci mengalir dari suaramu
Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku
Usai sholat kaupandangi kami
Masih dengan yang sejuk itu
Cahayamu, ya Rasulullah
Tak mungkin ku lupakan
Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudera dirimu
Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu
Kudengar kau berkata lirih
“Ayyu khalaqi a’jabu ilaikum I’ma’nan ?”
Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?
……Malaikat, ya Rasulullah
Bagaimana malaikat tak beriman,
Bukankah mereka berada disamping Tuhan ?
……Para Nabi, ya Rasulullah
Bagaimana nabi tidak beriman,
Bukankah pada mereka turun wahyu
…….Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah ?
Langit Madinah bening, Bumi Madinah hening
Kami termangu,
Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona
Kutahan nafasku,
Kuhentikan detak jatungku,
Kudengar sabda mu.
“Yang paling mempesona imannya mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat dan berjumpa denganku
Yang paling mempesona imannya mereka tiba setelah aku tiada
Yang membenarkanku tanpa pernah melihatku”
Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah
Kalian sahabat-sahabatku
Saudaraku adalah
Mereka yang tidak pernah berjumpa denganku
Mereka beriman pada yang ghaib
Mendirikan sholat
Menginfakkan sebagian rejeki yang
Kami berikan kepada mereka
Kami terpaku,
Langit Madinah bening, bumi Madinah hening
Kudengar lagi engkau berkata
Alangkah rindunya daku pada mereka
Alangkah bahagianya aku menemui mereka
Suaramu parau,
Butir-butir air matamu tergenang
Kau rindukan mereka ya Rasulullah
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah
Assalamu’alaika ayyuhan nabi wa rahnatullahi wa baraka’tuh
Angin Sahara membekukan kulitku
Gigiku gemeretak
Kakiku berguncang
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka
Engkau datang ya Rasulullah…
Kupandang dikau
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Kudengar salam bersahut-sahutan
Kau tersenyum ya Rasulullah
Wajahmu bersinar
Angin sahara berubah hangat
Cahayamu menyelusup seluruh daging dan darahku
Dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah
Kudengar engkau berkata :
“Adakah air pada kalian ?”
Kutengok cepat gharibahku
Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setetes pun air, ya Rasulullah
Kusesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba dimasjidmu
Duhai bahagianya, jika kubasahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan-percikan air dari gharibahku
Kudengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Aku ingin meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu
Kau ambil gharibah kosong
Kau celupkan jari-jarimu
Subhanallah,
Kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu
Kami berdecak, berebut, berwudhu
Dari pancuran sucimu
Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabi Allah
Betapa lezat air itu ya Habib Allah
Kulihat Ibnu Mas’ud merenguknya sepuas-puasnya
Qad qamatish shalah
Qad qamatish shalah
Duhai bahagianya sholat dibelakangmu
Ayat suci mengalir dari suaramu
Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku
Usai sholat kaupandangi kami
Masih dengan yang sejuk itu
Cahayamu, ya Rasulullah
Tak mungkin ku lupakan
Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudera dirimu
Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu
Kudengar kau berkata lirih
“Ayyu khalaqi a’jabu ilaikum I’ma’nan ?”
Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?
……Malaikat, ya Rasulullah
Bagaimana malaikat tak beriman,
Bukankah mereka berada disamping Tuhan ?
……Para Nabi, ya Rasulullah
Bagaimana nabi tidak beriman,
Bukankah pada mereka turun wahyu
…….Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah ?
Langit Madinah bening, Bumi Madinah hening
Kami termangu,
Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona
Kutahan nafasku,
Kuhentikan detak jatungku,
Kudengar sabda mu.
“Yang paling mempesona imannya mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat dan berjumpa denganku
Yang paling mempesona imannya mereka tiba setelah aku tiada
Yang membenarkanku tanpa pernah melihatku”
Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah
Kalian sahabat-sahabatku
Saudaraku adalah
Mereka yang tidak pernah berjumpa denganku
Mereka beriman pada yang ghaib
Mendirikan sholat
Menginfakkan sebagian rejeki yang
Kami berikan kepada mereka
Kami terpaku,
Langit Madinah bening, bumi Madinah hening
Kudengar lagi engkau berkata
Alangkah rindunya daku pada mereka
Alangkah bahagianya aku menemui mereka
Suaramu parau,
Butir-butir air matamu tergenang
Kau rindukan mereka ya Rasulullah
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah
Assalamu’alaika ayyuhan nabi wa rahnatullahi wa baraka’tuh
Senin, 16 November 2009
Usah Kau Lara Sendiri
Kalau ingat sahabat kadang jadi ingat lagu ini....
Usah Kau Lara Sendiri
oleh: Katon Bagaskara
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa
Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan samar cahya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Usah kau simpan lara sendiri
Usah Kau Lara Sendiri
oleh: Katon Bagaskara
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa
Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan samar cahya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Usah kau simpan lara sendiri
Jumat, 13 November 2009
Jangan Menyerah
Dikala ada masalah hanya kepada-Nya tempat kita meminta...
Sholat --> Ikhtiar --> dan menyerahkan segala keputusannya hanya pada Allah ( belajar tuk ridho)
Dan lagu yang sekarang lagi ngetrend dikalangan anak muda ( maaf berhubung saya merasa sudah tua he3x ) paling enak mendengarkan lagunya D'Masiv 'Jangan Menyerah"
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Back to: Reff 1
Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Bridge:
Jangan menyerah (6x)
Back to: Reff 1 & Reff 2
Coda:
Dan tak kenal putus asa (2x)
Sholat --> Ikhtiar --> dan menyerahkan segala keputusannya hanya pada Allah ( belajar tuk ridho)
Dan lagu yang sekarang lagi ngetrend dikalangan anak muda ( maaf berhubung saya merasa sudah tua he3x ) paling enak mendengarkan lagunya D'Masiv 'Jangan Menyerah"
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Back to: Reff 1
Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Bridge:
Jangan menyerah (6x)
Back to: Reff 1 & Reff 2
Coda:
Dan tak kenal putus asa (2x)
SAHABAT
Sahabat...
Sungguh beruntung diri ini memiliki sahabat sepertimu
Meski terkadang ujian datang ditengah-tengah persahabatan ini
Puji syukur alhamdulillah Allah masih mempersatukan persahabatan kita.
Sahabat...
Aku ingin kita bersahabat hanya karena Allah
Bertemu karena Allah dan meski harus berpisah karena Allah pula
Saling mengingatkan dikala kita salah melangkah
Dan kita sama-sama berjuang dijalan Allah.
Sahabat...
Terima kasih kau telah hadir dalam kehidupanku
Yang merubah diri ini "menjadi lebih baik"
Dan mungkin engkaulah salah satu jalan dari Allah hingga hidayah itu datang
Sahabat...
Aku masih ingat dikala ujian datang menguji persahabatan ini
Hampir 1/2 tahun kita tak bertegur sapa baik lewat email, sms atau tlp karena memang jarak yang memisahkan kita
Tahukah kamu apa yang kurasakan sahabat ???
Aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidupku
Namun alhamdulillah Allah masih menyanyangi diri kita
Kita dipersatukan lagi oleh-Nya hingga kita bisa bersahabat sampai saat ini.
Sahabat ...
Terima kasih atas perhatian dan kepedulianmu terhadapku
Setia mendengarkan cerita-ceritaku
Mengingatkan aku ketika aku lalai
Dan menolongku dikala aku ditimpa kesusahan
Sahabat ...
Aku tahu aku tak akan bisa membalas semua kebaikanmu
Hanya doaku untukmu semoga engkau bahagia selalu
Apa yang kau harapkan bisa terwujud
Terutama menyekolahkan adikmu dan menemukan pendamping hidup yang terbaik untukmu
"Always keep istiqomah ya sahabat"
Special for my best friend "Wiji Utami"
Sungguh beruntung diri ini memiliki sahabat sepertimu
Meski terkadang ujian datang ditengah-tengah persahabatan ini
Puji syukur alhamdulillah Allah masih mempersatukan persahabatan kita.
Sahabat...
Aku ingin kita bersahabat hanya karena Allah
Bertemu karena Allah dan meski harus berpisah karena Allah pula
Saling mengingatkan dikala kita salah melangkah
Dan kita sama-sama berjuang dijalan Allah.
Sahabat...
Terima kasih kau telah hadir dalam kehidupanku
Yang merubah diri ini "menjadi lebih baik"
Dan mungkin engkaulah salah satu jalan dari Allah hingga hidayah itu datang
Sahabat...
Aku masih ingat dikala ujian datang menguji persahabatan ini
Hampir 1/2 tahun kita tak bertegur sapa baik lewat email, sms atau tlp karena memang jarak yang memisahkan kita
Tahukah kamu apa yang kurasakan sahabat ???
Aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidupku
Namun alhamdulillah Allah masih menyanyangi diri kita
Kita dipersatukan lagi oleh-Nya hingga kita bisa bersahabat sampai saat ini.
Sahabat ...
Terima kasih atas perhatian dan kepedulianmu terhadapku
Setia mendengarkan cerita-ceritaku
Mengingatkan aku ketika aku lalai
Dan menolongku dikala aku ditimpa kesusahan
Sahabat ...
Aku tahu aku tak akan bisa membalas semua kebaikanmu
Hanya doaku untukmu semoga engkau bahagia selalu
Apa yang kau harapkan bisa terwujud
Terutama menyekolahkan adikmu dan menemukan pendamping hidup yang terbaik untukmu
"Always keep istiqomah ya sahabat"
Special for my best friend "Wiji Utami"
Selasa, 10 November 2009
Jika Aku Jatuh Cinta
Ya Allah...
jika aku jatuh cinta ,cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
Agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. ...
Ya Allah.....
Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya,agar tidak melebihi cinta ku pada Mu
Ya Allah...
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku meneyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada Mu
agar tidak aku terjatuh dalam jurang cinta nafsu...
Ya Rabbani....
jika aku jatuh hati jagalah hati ku padanya
agar tidak aku berpaling kepada Mu
Ya Rabbul Izzati......
Jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya,
agar tidak aku lalai dalam merindukan syurga Mu...
Ya Allah....
Jika aku menikmati cinta kekasih Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir Mu
Ya Allah....
jika aku jatuh hati pada seseorang
jangan biarkan aku bertatih dan terjatuh
dalam perjalanan yang panjang menyeru manusia kepada Mu
Ya Allah,
jika kau halalkan aku merindui seseorang
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya pada Mu
Ya Allah.....
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada Mu
Telah berjumpa untuk taat kepada Mu
setelah bersatu dalam dakwah Mu
telah berpadu dalam membela syariat mu
Kukuhkanlah ikatannya Ya Allah
kekalkanlah ikatannya
tunjukilah jalan-jalannya
penuhilah hati-hati ini dengan Nur Mu yang tidak pernah pudar
lapangkan lah dada-dada kami dengan keimanan kepada Mu dan
keindahan bertwakal ke jalan Mu
Amin Ya Rabbal Alamin
jika aku jatuh cinta ,cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
Agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. ...
Ya Allah.....
Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya,agar tidak melebihi cinta ku pada Mu
Ya Allah...
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku meneyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada Mu
agar tidak aku terjatuh dalam jurang cinta nafsu...
Ya Rabbani....
jika aku jatuh hati jagalah hati ku padanya
agar tidak aku berpaling kepada Mu
Ya Rabbul Izzati......
Jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya,
agar tidak aku lalai dalam merindukan syurga Mu...
Ya Allah....
Jika aku menikmati cinta kekasih Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir Mu
Ya Allah....
jika aku jatuh hati pada seseorang
jangan biarkan aku bertatih dan terjatuh
dalam perjalanan yang panjang menyeru manusia kepada Mu
Ya Allah,
jika kau halalkan aku merindui seseorang
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya pada Mu
Ya Allah.....
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada Mu
Telah berjumpa untuk taat kepada Mu
setelah bersatu dalam dakwah Mu
telah berpadu dalam membela syariat mu
Kukuhkanlah ikatannya Ya Allah
kekalkanlah ikatannya
tunjukilah jalan-jalannya
penuhilah hati-hati ini dengan Nur Mu yang tidak pernah pudar
lapangkan lah dada-dada kami dengan keimanan kepada Mu dan
keindahan bertwakal ke jalan Mu
Amin Ya Rabbal Alamin
Dia Tak Pernah Jauh
Dia takkan tercapai oleh penglihatan mata,
Tetapi oleh mata hati yang penuh dengan hakikat keimanan.
Ia dekat dari segalanya tanpa sentuhan,
Jauh tanpa jarak.
Berbicara tanpa harus berfikir sebelumnya…
Berkehendak tanpa perlu berencana….
Berbuat tanpa memerlukan tangan.
Lembut tapi tak tersembunyi…
Besar tapi tak teraih…
Melihat tetapi tidak bersifat inderawi…
Maha Penyayang tetapi tidak lunak…
Wajah-wajah menunduk dihadapan keagungan-Nya.
Jiwa-jiwa bergetar karena ketakutan terhadap-Nya.
( Nahjul Balaghoh )
Tetapi oleh mata hati yang penuh dengan hakikat keimanan.
Ia dekat dari segalanya tanpa sentuhan,
Jauh tanpa jarak.
Berbicara tanpa harus berfikir sebelumnya…
Berkehendak tanpa perlu berencana….
Berbuat tanpa memerlukan tangan.
Lembut tapi tak tersembunyi…
Besar tapi tak teraih…
Melihat tetapi tidak bersifat inderawi…
Maha Penyayang tetapi tidak lunak…
Wajah-wajah menunduk dihadapan keagungan-Nya.
Jiwa-jiwa bergetar karena ketakutan terhadap-Nya.
( Nahjul Balaghoh )
Senin, 09 November 2009
SUDAH SIAPKAH KU MENGHADAP-MU ???
Setiap yang bernyawa itu pasti akan merasakan mati.
Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi …tidak dapat diajukan ataupun dimundurkan
Sudah siapkah aku tuk menghadapinya ?
Sudah cukupkan bekal yang kumiliki ?
Ketika ku tahu dalam tubuhku ini telah bersemayam banyak penyakit…
Sedih ???? Itu pasti tapi apakah hanya bisa sebatas sedih saja ???
Tentu tidak bukankah manusia diwajibkan tuk berusaha ??? ( ya berusaha mengobatinya )
Allah…Engkaulah pemilik segalanya apa yang ada dilangit dan yang ada dibumi termasuk diriku ini.
Tubuh ini milik-Mu dan Engkau berhak apa saja terhadap tubuhku.
Sekalipun Engkau berikan penyakit-penyakit ini ditubuhku.
Ampuni hamba-Mu ini ya Allah jika tak bisa merawat titipan-Mu dengan baik.
Disisa umurku yang semakin hari semakin berkurang ini,
Ku memohon pada-Mu ya Rabb…
Ampuni dosa-dosaku baik dimasa lalu, sekarang ataupun yang akan datang.
Engkau Maha Tahu siapakah diriku ini sebenarnya…
Sekelam apakah masa laluku Engkau tahu ya Allah.
Izinkan disisa-sisa umurku ini tuk bisa bertaubat kepada-Mu tuk memohon ampunan-Mu.
Jadikan sisa-sisa umurku yang masih tersisa ini menjadi berarti ya Rabb…
Berarti bagi agamaku, keluargaku, saudaraku, dan orang-orang yang kusayangi…
Jangan biarkan diriku terbuai oleh kenikmatan duniawi.
Letakkan dunia dalam tanganku tetapi bukan dalam hatiku ya Rabbi…
Ku bersujud pada-Mu
Ku berserah diri pada-Mu
Amiin…
Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi …tidak dapat diajukan ataupun dimundurkan
Sudah siapkah aku tuk menghadapinya ?
Sudah cukupkan bekal yang kumiliki ?
Ketika ku tahu dalam tubuhku ini telah bersemayam banyak penyakit…
Sedih ???? Itu pasti tapi apakah hanya bisa sebatas sedih saja ???
Tentu tidak bukankah manusia diwajibkan tuk berusaha ??? ( ya berusaha mengobatinya )
Allah…Engkaulah pemilik segalanya apa yang ada dilangit dan yang ada dibumi termasuk diriku ini.
Tubuh ini milik-Mu dan Engkau berhak apa saja terhadap tubuhku.
Sekalipun Engkau berikan penyakit-penyakit ini ditubuhku.
Ampuni hamba-Mu ini ya Allah jika tak bisa merawat titipan-Mu dengan baik.
Disisa umurku yang semakin hari semakin berkurang ini,
Ku memohon pada-Mu ya Rabb…
Ampuni dosa-dosaku baik dimasa lalu, sekarang ataupun yang akan datang.
Engkau Maha Tahu siapakah diriku ini sebenarnya…
Sekelam apakah masa laluku Engkau tahu ya Allah.
Izinkan disisa-sisa umurku ini tuk bisa bertaubat kepada-Mu tuk memohon ampunan-Mu.
Jadikan sisa-sisa umurku yang masih tersisa ini menjadi berarti ya Rabb…
Berarti bagi agamaku, keluargaku, saudaraku, dan orang-orang yang kusayangi…
Jangan biarkan diriku terbuai oleh kenikmatan duniawi.
Letakkan dunia dalam tanganku tetapi bukan dalam hatiku ya Rabbi…
Ku bersujud pada-Mu
Ku berserah diri pada-Mu
Amiin…
Jumat, 06 November 2009
CINTA DALAM DOA
Ya Allah,
Biarlah kutitipkan cinta ini pada-Mu
Karena aku tahu,
Tak ada yang lebih pantas mendapatkannya,
Kecuali Engkau.
Allah,
Sekiranya tak ada lagi cinta
Yang dapat aku hasilkan
Biarlah cintaku pada-Mu
Terus merekah sepajang zaman.
Ya Allah,
Apabila sampai akhir waktu
aku tak jua mendapatlan cinta ‘nya’
Biarkanlah kukemblikan semua cintaku
Hanya kepada-Mu.
Amin
Dikutip dari novel “Cinta dalam Doa”
Biarlah kutitipkan cinta ini pada-Mu
Karena aku tahu,
Tak ada yang lebih pantas mendapatkannya,
Kecuali Engkau.
Allah,
Sekiranya tak ada lagi cinta
Yang dapat aku hasilkan
Biarlah cintaku pada-Mu
Terus merekah sepajang zaman.
Ya Allah,
Apabila sampai akhir waktu
aku tak jua mendapatlan cinta ‘nya’
Biarkanlah kukemblikan semua cintaku
Hanya kepada-Mu.
Amin
Dikutip dari novel “Cinta dalam Doa”
Kamis, 05 November 2009
HAri yAng AnEH
Tadi sungguh aneh disaat rasa kelapa ( eh salah kepala ) sedang panas, pusing, dan binggung krn ada masalah dng pekerjaan. Tiba2 ada skype seorang cewek ( ukhti ) yg masuk dan bertanya padaku "Kenapa Bingung Bu?" ( kebetulan status skxpeku "bingung2222222" ).
Ya ku jawab saja "bingung memilih" eh ukhti itu malah curhat ke aq kl dia lg H2C gara2 malam ini masnya mau datang tuk melamarnya...aneh br sj kenal tg dia mau curhat. Aq jd bingung hrs ksh masukan apa la wong diri ini jg blm pernah merasakan mau dilamar je hi3x
"Ya Allah izinkan diri ini supaya bs segera menggenapkan separuh iman krn ingin menambah ibadah kepada-Mu. Amiin.
Ya ku jawab saja "bingung memilih" eh ukhti itu malah curhat ke aq kl dia lg H2C gara2 malam ini masnya mau datang tuk melamarnya...aneh br sj kenal tg dia mau curhat. Aq jd bingung hrs ksh masukan apa la wong diri ini jg blm pernah merasakan mau dilamar je hi3x
"Ya Allah izinkan diri ini supaya bs segera menggenapkan separuh iman krn ingin menambah ibadah kepada-Mu. Amiin.
Rabu, 04 November 2009
Menjadi Lebih Baik
Dalam setiap doa yg ku panjatkan aq selalu memohon "Ya Allah jadikan hari ini lebih baik dari kemarin"
Sungguh sangatlah merugi diri ini jk hari ini sama seperti hari kemarin apalagi hari lebih buruk daripada kemarin.
Segala sesuatu terjadi atas seizin-Nya sekalipun itu daun yg jatuh dari pohonnya. Kita diwajibkan tuk terus berusaha dan hasilnya serahkan pada Allah.
Hadapi hidup ini dengan senyuman dan yakinlah bahwa qt tdk sendiri Allah akan selalu menyertai.
Allah hamba takut jauh dari-Mu. Allah hanya mengingat-Mu hati menjadi tenang. AMIIN
Sungguh sangatlah merugi diri ini jk hari ini sama seperti hari kemarin apalagi hari lebih buruk daripada kemarin.
Segala sesuatu terjadi atas seizin-Nya sekalipun itu daun yg jatuh dari pohonnya. Kita diwajibkan tuk terus berusaha dan hasilnya serahkan pada Allah.
Hadapi hidup ini dengan senyuman dan yakinlah bahwa qt tdk sendiri Allah akan selalu menyertai.
Allah hamba takut jauh dari-Mu. Allah hanya mengingat-Mu hati menjadi tenang. AMIIN
Langganan:
Postingan (Atom)