Aq tak pernah tahu apa yg ada dihatinya? Kenapa dan mengapa dia menghindar dan meninggalkanku. Tak ada penjelasan atau alasan.
Marah? Apa itu perlu?
Kecewa? Apa cukup dng rasa itu?
Yang kurasa ku kini cuma sedih.
Sedih dia tak mau berbicara atau berkata sedikitpun padaku. Sedang dng yang lainnya dia perhatian.
Salah apakah diriku?
Ku coba tuk tegar dan sabar.
Meski tak jarang airmata ini jatuh.
Allah sembuhkan luka hatiku dan jangan biarkan ada duka.
Sedih dia tak gentlement, tak berani dan lari dari realitanya.
Aq belajar satu hal bahwa "semua adalah haknya dan aq tak dpt memaksanya"
Ku hanya bisa menata hatiku tuk mencoba sabar dan ikhalas bkn untuk dirinya tapi untuk Allah semata karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar